Daud bin Nushair Ath-Tha’i dari Kufah,



Abu Sulaiman Daud bin Nushair Ath-Tha’i dari Kufah, adalah salah seorang sufi dan wali Allah yang sangat termashur kepintarannya. Ia pernah menjadi murid Abu Hanifah (Imam Hanafi) dan Habib Ar-Ra’i, dan meninggal dunia antara tahun 160-165 H atau 777-782 M.

Sebagai salah seorang tokoh sufi, Daud Ath-Tha’i banyak memiliki keistimewaan. Di antaranya; Pada suatu ketika Harun Ar-Rasyid meminta Abu Yusuf mengantarnya ke rumah Daud. Keduanya akhirnya berangkat ke rumah sang wali. Abu Yusup pun memohon kepada ibu Daud bersedia membujuk anaknya.

“Terimalah mereka,” ujar sang ibu membujuk Daud.

“Apakah urusanku dengan penduduk dunia dan orang-orang berdosa?” jawab Daud tak mau kalah.

“Demi hakku yang telah menyusuimu, aku minta izinkanlah mereka masuk!” desak ibunya.

Dan berserulah Daud :

“Ya Allah, Engkau telah berfirman; Patuhilah ibumu, karena keridhaan-Ku adalah keridhaannya. Jika tidak demikian, apakah peduliku kepada mereka?”

Akhirnya Daud bersedia menerima mereka. Khalifah Harun Ar-Rasyid dan Yusuf masuk kemudian duduk. Daud lalu memberikan pelajaran dan harun menangis tersedu. Ketika hendak kembali ke istana, Harun meletakkan sekeping uang emas sambil berkata,
Uang ini halal”.

“Ambillah kembali uang itu,” cegah Daud.

“Aku tidak memerlukan uang itu. Aku telah menjual sebuah ruma yang kuterima sebagai warisan halal, dan hidup dengan hasil  penjualan itu. Aku telah bermohon kepada Allah, jika uang itu telah habis, agar Dia mencabut nyawaku, sehingga aku tidak membutuhkan bantuan dari seorang manusia pun.  Aku berkeyakinan bahwa Allah telah mengabulkan permohonanku itu.”

Harun Ar-Rasyid dan Abu Yusuf kembali ke istana. Dan beberapa hari setelah kunjungan itu, Abu Yusuf mendatangi dan bertanya pada orang yang dititipi uang oleh Daud, “Masih tersisa berapakan uang Daud?”

“Dua dirham,” jawab  orang itu. “Tiap hari Daud membelanjakan satu sen uang perak.”

Abu Yusuf membuat perhitungan. Beberapa hari kemudian di dalam masjid dan di depan semua jemaah ia mengumumkan, “Hari ini Daud telah meninggal dunia.”

“Bagaimanakah engkou mengetahui kematian Daud?” tanya orang-orang kepada Abu Yusuf.

“Aku telah memperhitungkan bahwa pada hari ini daud tidak mempunyai uang lagi dan mati.” Lalu ia pun mengisahkan pertemuannya dengan Daud beberapa waktu yang lalu. Dan apa yang dikatakan Yusuf ternyata benar. Hari itu, Daud  memang meninggal duni.

Sumber : Kitab Tadzkiratul Auliya karya Fariduddin Al-Attar.

Categories: LEGENDA SUFI | Tags: | 1 Komentar

Navigasi pos

One thought on “Daud bin Nushair Ath-Tha’i dari Kufah,

  1. Superior. I’m able to think of several Facebook pages that need Disliked.

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: